Dinyanyikan, Tanda Keberhasilan Sebuah Jingle

Mungkin kita sering mendengar kata “Jingle” dalam kehidupan sehari-hari, seperti di Radio, Televisi, Supermarket, dan seluruh tempat yang dimana aspek komersial menjadi bagian penting, jingle menjadi sebuah ‘alat’ penyampai pesan yang singkat, padat, dan memikat. Jauh sebelum itu pengertian sebuah Jingle adalah suatu logo yang dikemas berbentuk audio yang mana fungsinya ditujukan untuk pihak eksternal. Biasanya gambaran dari sebuah iklan yang direalisasikan dalam bentuk audio, dalam jingle harus terdapat makna atau pesan-pesan yang terkait dengan apa yang ingin di iklankan, disampaikan atau dipromosikan untuk pihak eksternal.

Jingle atau bisa disebut dengan lagu pendek dengan durasi maksimal 2 menit akan sangat membantu setiap orang untuk mengenali sebuah produk atau perusahaan secara mudah, cepat dan simpel dengan tujuan menarik perhatian calon pembeli atau pengguna jasa.

Untuk membuat jingle yang baik tentu saja tidak mudah. Baik di sini bisa berarti syair dan melodinya mudah diingat, musik yang sederhana dan mengena. Salah satu factor penentu yang membuat jingle dikatakan baik adalah para calon konsumen atau masyarakat luas bisa dengan mudah mengingat dan ikut menyanyikan dari jingle tersebut, baik dari segi music maupun liriknya. Umumnya masyarakat hanya mengingat dengan music dari sebuah jingle tapi sedikit yang menghafal keseluruhan liriknya. Jika para calon konsumen atau orang lain bisa mengingat dan ikut menyanyikan disitulah sebuah jingle berhasil sampai ke hati dan ingatan para calon konsumen.

Selain lirik yang mudah diingat, sebuah jingle akan lebih baik jika menggunakan musik yang ceria dan bersemangat. Bayangkan jika sebuah jingle menggunakan music yang monoton, tidak bersemangat, Flat, maka iklan dari produk tersebut akan kurang menarik dan akan terlihat membosankan. Maka dari itu tim bikinjingle.com menyarankan buatlah music dari jinglemu semenarik mungkin, dan terdengar bersemangat dan juga ceria.

Selain musik dan lirik, Penyanyi yang dipilih haruslah cocok dengan keduanya. Maka pilihlah penyanyi dengan kemampuan vokal yang baik, dan akan lebih baik jika penyanyi tersebut memiliki vocal yang berkarakter. Sesuaikan juga dengan jingle yang kita buat, apakah cocok dinyanyikan oleh perempuan atau laki-laki, anak-anak atau dewasa. Dalam proses merekam jingle, jangan lupa untuk perhatikan kualitas audionya juga, baik mulai dari proses input, editing, mixing, hingga mastering. Karena karya jingle kita akan didengarkan banyak orang, sebab itu kita harus membuatnya sesuai dengan standar kualitas yang baik, serta tidak asal-asalan.

Jika kamu merasa kesulitan serta masih bingung untuk membuat jingle yang menarik, kamu bisa serahkan dan konsultasikan pembuatan jingle kepada tim bikinjingle.com, karena Kami adalah pembuat Jingle, Hymne, dan Mars terbaik untuk anda.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainya

Genre Crossing dalam EDM: Strategi Produksi untuk DJ yang Ingin Kolaborasi dengan Musisi Rock

Kolaborasi Lintas Genre: Strategi Karir DJ Modern untuk Mencapai Audiens Lebih Luas

Hymne Cinematic, Pop, atau Orkestra?

Proses Pembuatan Jingle Profesional di BikinJingle.com

Rahasia Jingle Brand yang Viral

Jingle yang Baik Harus Berdurasi Berapa Detik

Kapan Sebuah Brand Sebaiknya Membuat Jingle

Jingle Perusahaan: Senjata Branding yang Diam-diam Paling Efektif di Era Digital

Perbedaan Audio Logo dan Jingle yang Wajib Anda Ketahui

Dari Nada Sampai Pesan Moral: Membaca Filosofi di Balik Mars

Apa Itu Audio Logo? Pengertian dan Contohnya

Sejarah Mars Organisasi dan Perannya dalam Tradisi Institusi

Jingle sebagai Identitas Suara yang Memperkuat Brand

10 Manfaat Jingle untuk Meningkatkan Brand Awareness

Dari Nada ke Semangat: Peran Mars dalam Memotivasi Anggota

Mengapa Bisnis Membutuhkan Jingle Profesional