Jingle Mahal, Jingle Murah, Apasih Bedanya?

Setiap jingle dari sebuah produk pasti berbeda-beda dan memiliki ciri khas masing-masing baik dari segi lirik, music, maupun instrument nya, contohnya seperti Jingle dari Indomie dan Sosis So-Nice akan sangat berbeda meskipun sama-sama bergerak di industri makanan. Mengapa bisa berbeda? Jawabannya ialah karena setiap jingle memiliki maksut dan pesan tersendiri dan juga pembuat jingle yang berbeda.

Begitu juga dengan harganya, setiap jingle memiliki harga yang berbeda antara satu jingle dengan jingle yang lainnya. Lalu sebenarnya apasih faktor yang menyebabkan perbedaan harga dalam pembuatan jingle? Kali ini tim bikinjingle.com akan merangkumnya, mari kita simak.

  1. Portofolio Komposer nya

Pertama, Komposer Jingle. Harga dari sebuah jingle bisa dilihat dari siapa sih Komposer dari jingle tersebut. Jika si komposer sendiri sudah memiliki jam terbang yang banyak dan memiliki berbagai portofolio, jelas sekali bahwa harganya akan lebih mahal, kenapa bisa begitu? Karena dalam hasill akhirnya sendiri pun akan terlihat berbeda dengan komposer yang hanya memiliki sedikit jam terbang atau biasa disebut sebagai pemula, dan sedikit portofolio yang mungkin nantinya sedikit kurang memuaskan daripada hasil dari komposer yang profesional.

 

  1. Tingkat Kerumitan

Tingkat kerumitan sendiri yang dimaksud adalah ada berapa banyak instrument yang hendak digunakan. Semakin banyak instrument yang digunakan akan semakin rumit dalam proses pembuatannya dan tentu semakin tinggi harganya.

 

  1. Jumlah Talent atau Session Player yang terlibat

Dalam proses pembuatan jingle biasanya melibatkan beberapa orang, tak terkecuali jumlah talent yang dibutuhkan untuk suatu produk, karena dalam proses pembuatan jingle sendiri juga memiliki tim dengan keahlian masing-masing.

 

  1. Penyanyi yang terpilih

Umumnya, sebuah jingle juga menggunakan penyanyi yang bertujuan menambah warna dan membuat jingle tersebut semakin hidup. Jika kita memilih penyanyi yang profesional untuk mengisi jingle tersebut tentu saja harganya akan lebih tinggi dan hasilnya akan lebih memuaskan dan sesuai dengan keinginan kita. Tapi pastikan penyanyi yang terpilih sesuai dengan tema dan konsep pilihanmu yaa!

 

  1. Lisensi Penggunaan Jingle

Sebuah jingle juga memiliki lisensi dalam hasil akhirnya. Apakah jingle tersebut akan dibeli putus (membeli semuanya, hak cipta, dsb) atau membeli hasilnya saja tanpa hak pencipta dan masa aktif, Renewal atau membeli hasilnya saja tanpa hak pencipta dengan masa aktif tertentu sesuai kesepakatan, atau buy out yang dimana semua project session, dan hak cipta dibeli oleh client kita. Jika client kita memilih buy out, tentu saja untuk harganya akan sangat tinggi.

 

Itulah beberapa informasi terkait hal-hal yang membedakan antara jingle yang mahal dengan yang murah. Jika kamu sedang mencari jasa pembuatan jingle, kamu bisa menghubungi tim bikinjingle.com, karena kami adalah pembuat Jingle, Himne, dan Mars terbaik untuk Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainya

Lagu Sakral, Doa Bernada, atau Identitas yang Dinyanyikan?

Jingle yang Menempel di Kepala: Rahasia Branding yang Sering Diabaikan

Mood Musikal Sesuai Karakter Brand: Peran Jingle yang Nggak Bisa Diremehkan

Gunakan Nada Khas + Voice Unik: Kunci Jingle yang Nempel di Kepala

Jingle vs Voiceover vs Background Music: Fungsinya Beda!

Komposisi Musik yang Bisa Meningkatkan Efektivitas Iklan Anda

Jingle dan Algoritma: Kolaborasi Unik di Era Digital

Proses Kreatif dari Ide → Sketch Musik → Voice → Final Mix dalam Pembuatan Jingle

Apa yang Terjadi Saat Brand Gak Punya Jingle?

Kenapa Kita Masih Ingat Jingle Iklan Tahun 90an? Ini Alasannya

Algoritma Media Sosial Mendukung Konten Audio yang Kuat

Jingle yang Menarik Perhatian dalam Detik Pertama

Perbandingan Biaya vs Hasil: Jingle vs Iklan Biasa

Menciptakan Emotional Trigger Lewat Jingle

Durasi Ideal Jingle di Era Konten Cepat

Mengapa Audiens Sering Mengasosiasikan Brand dengan Jingle yang Mereka Dengar